Cerita Panas Berbagi Suami Bule – Part 14

Cerita Panas Berbagi Suami Bule – Part 14by adminon.Cerita Panas Berbagi Suami Bule – Part 14Berbagi Suami Bule – Part 14 THE BIG & THE SMALL By : Marucil Eva’s Point of Views Spoiler for The Big and The Small: “Bas gue jalan dulu yaah” Sapa gue sekaligus pamit kepada Bastian “Iya ati ati, Have Fun yaah” jawab Bastian sambil melambaikan tanganya dan memberikan senyum kepadaku. Kubalas senyumnya sambil berjalan […]

multixnxx-Black hair, Asian, Pov, Thong, Pornstar, A-1 multixnxx-Black hair, Asian, Pov, Thong, Pornstar, A-4 multixnxx-Black hair, Blonde, Long hair, Asian, Cors-5Berbagi Suami Bule – Part 14

THE BIG & THE SMALL
By : Marucil
Eva’s Point of Views

Spoiler for The Big and The Small:

“Bas gue jalan dulu yaah” Sapa gue sekaligus pamit kepada Bastian
“Iya ati ati, Have Fun yaah” jawab Bastian sambil melambaikan tanganya dan memberikan senyum kepadaku. Kubalas senyumnya sambil berjalan keluar menemui Koh Hen. Kutarik nafasku dan kutarik pintu depan. Kulihat Diteras ada seseorang berperawakan pendek yang berdiri disana. Mungkin hampir sama tingginya dengan Bastian. Dalam hati kuberfikir, “Ahhh sialan, ternyata beneran pendek tuh orang, ahh bodo amat ah yang penting duitnya” kuhampiri orang tersebut yang berdiri menghadap kedepan, Kusapa dia. “Koh Hen?” Dia membalikan badannya dan menghadapku. Ternyata tampan juga dia, walau badanya pendek. Dan ketika aku berdiri didepanya memang benar dia memiliki tinggi badan yang sama dengan bastian. Koh Hen terus memandangiku, dia perhatikan setiap detail dan lekuk tubuhku.

“Kamu cantikg sekali” Puji dia membuka obrolan.
“Makasih Koh” jawabku tersipu.
” Nunggu lama yah Koh?” Tanyaku .
” Ahhh kalau buat nunggu pelempuan secantik kamu sih, sehalian saya juga rela menunggu” Jawab Koh Hen sedikit gombal.
“Ahhh kokoh ini bisa aja deeh, Kokoh juga ganteng beda banget sama yaang dipoto”
” Ahh itu kan poto udah lama yang jelas beda lah” Jelas Koh Hen.
“Yah wis, bisa kita berangkat sekarang.”
Aku hanya senyum dan mengangguk.

Kami berdua menuju mobil Honda Civic hitam, Koh Hen membukakan pintu untuku, lalu ia sendiri masuk kedalam kabin supir. Kubuka Tas dan kuambil cermin dan lipstik, aku lihat riasan wajahku dan kutebalkan lagi pewarna bibirku.

“Aduuuhh udah cantik kok masih dandan aja” Sindir Koh Hen.
” Ahhh kokoh ini muji terus deh” balasku malu.
“Ihh memang kenyataanya kok” Sambil memasukan kunci mobil namun tidak ia starter. Lalu Koh Hen menyalakan pendingin udara. Dia terus memandangiku terus hingga membuatku sedikit malu.
“Aduhh jangan di lihatin terus dong, kan Eva jadi Malu”
“Kenapa harus malu, punya wajah Cantik harusnya bangga dong”
“Eh kos kosan kamu mewah juga yah, pasti bayarnya mahal ya”
“Yah lumayan si Koh, tapi setimpal kok sama fasilitas yang diberikan”
“Ohhh, Tapi kok kayaknya sepi banget ya?”
“Ya namanya juga lagi liburan, jadi yah pasti sepi” jelasku.
“Wahh enak dong kalau sepi, ini cowok boleh masuk nda?” Tanya Koh hen
“Boleh, kan disini ada cowoknya juga, lagian Kosn Eva ini bebas banget Koh ”
“Wahh makin enak dong” balas dia lagi
“Ihhh dari tadi enak enak mulu deh” protesku.
“Emang Enaak”, hahaha” sanggah koh hen sambil tertawa, akupun ikut tertawa.

Akhirnya koh hen malah mengajaku ngobrol, Dia beberapa kali mengeluarkan Joke walau garing tapi tetap bisa membuatku tertawa.

____________

“Ahhhh Kokoh ini ada ada aja dehh ”
“Iyaa bener itu, nanti deh lain waktu saya tunjukan” jawab kokoh
” Oh iya saya jadi lupa,” lanjut kokoh sambil mengambil sebuah amplop dari tasnya di kursi belakang.
“Nihh buat kamu”
“Apa ini ini Koh” Saat kubuka isinya beberapa lembar uang seratus ribuan, berjumlah 5,5 juta
“Kok banyak banget Koh?” Tanyaku heran
“Yah segitumah gak ada artinya buat perempuan secantik kamu ”

“Tapi ini kayaknya lebihdeh dari kesepakat yang kita buat kemaren”
“Udahh simpen aja kamu lagi butuh kan, anggep aja saya lebihin untuk biaya service Phonesex kamu kemaren malam yah”. Jelas Koh hen sambil mengusap kepalaku. Ku pegang tanganya dan kugenggam.

“Makasih yah Kokk” kataku sambil mengeluskan punggung tanganya dipipiku.
“Sama sama Eva,”

“Ehhh koh Hen kasih lihat donggggss” pintaku manja
“Lihaat apaan”
“Ih kan lupaa, katanya semalem mau kasih lihat Konti yang masih ada kulupnya kalau ketemu, ini kan udah ketemu kasih lihat dooong” rayuku sambil menggoyangkan bahunya.
” Lohhh masa Disini sih”
“Yah gak apa apa kan, lagian sepi juga, Toh dari luar gak kelihatan kan”
“Iya sih, kaca mobil saya memang reflektor. Tapi beneran mau dilihat sekarang” jawab Koh Hen masih Ragu.

“Yah elah koh pelit amaat sih gak mau lihatin sekarang”
“Bukan begitu Eva sayaang, tapi, Kontol saya masih tidur nih, saya malu” jawab kokoh dengan muka sedikit malu.

“Yahh kokoh, kan Eva udah bilang kalau ukuran bukan masalah buat eva.”
“Iya deh iyaa”
“Asyiiik”

Akhirnya Koh hen mengabulkan permintaanku. Dia membuka resletingnya dan sabuknya lalu mengeluarkan penisnya yang masih mengkerut dan terlihat sangat kecil, kulupnya masihih menutupi kepala penis.

“Tuhh kan masih bobo dia” kata koh Hen sambil memegang penisnya sendiri.
“Ihhh lucuuu deeh, kaya punya keponakanku, hihihi”. Sedkit meledek Koh hen
“Udah lihat kan”
Kupegang kerah dressku lalu kupelorotkan hingga Toketku menyembul keluar. Kulihat mata koh Hen langsung tertuju pada dadaku yang terbilang cukup besar. Kupegang tangan kiri koh Hen dan kuarahkan pada Toketku. Kuminta ia meremasnya. Koh hen meremasnya lembut, kulihat penisnya mulai berereksi. Kupegang Penisnya dan perlahan kukocok. Lama kelamaan Penis. Koh Hen megeras. Kudekatkan tubuhku. Kurangkul bahunya dengan tangan kananku, dan tangan kiriku meremas remas penisnya yang sudah mengeras. Walau penis Koh Hen sudah menegang tetapi kepalanya masih sedikit tertutup kulupnya, hanya lubang kencingnya saja yang sedikit terlihat.

Kukecup pipi Koh Hen dan dia terus meremas Toketku. Koh Hen terus bersedis setiap jemariku menyentuh kulit kemaluanya. “SsstTttttttt sstttttttt, Pinterr kamuu sstttt terruusss” Tak lama Koh Hen memegang kepalaku dan menekanya kebawah, ia memintaku mengulum penisnya. Kubuka bibirku dan kukecup ujung penisnya yang berkulup. Lalu mulai kujilati kepala penisnya yang tidak seperti penis pada umumnya yang besar pada bagian kepalanya. Penis Koh Hen dari pangkal menuju ujungnya memiliki ukuran yang sama. Penisnya tidak besar kira kira hanya 15cm ketika tegang sempurna. Kumainkan lidahku kuputar lidahku di lubang kencingnya, lalu kumasukan penisnya hingga kepangkalnya lalu kulepas lagi. Kugerakaan kepalaku naik turun dan kuhisap kuat penisnya. “Sssttttttt sstttttttt aahhhh aauuuuwwww” Koh Hen terus berdesis setiap kali lidahku yang basah menyapu seluruh permukaan batang penisnya. Dengan bantuan Bibirku kucoba membuka kulup penis Koh Hen, lalu kukulum dan sedikit kusedot kepalanya lalu kembali kukulum dalam penisnya.

Koh Hen terus menggerakan tubuhnya karena keenakan, tanganya meringsek masuk dan meremas Toketku”aachhhhchh” aku terus mendesah setiap kali Koh Hen meremas dan memainkan Pentilku. Koh Hen memundurkan dudukan Kursinya karena melihat aku kesusahan mengulum penisnya. Tak lama tubuh koh Hen mengejang. Aku tak menyadarinya lalu
“CROOOOOT CTRRRRRROOOOT”
Koh Hen menyemprotkan Maninya kedalam rongga mulutku, beberapa langsung tertelan olehku, karena aku sedikit terkejut kulepas kulumanku hingga air Mani itu juga mengenai wajahku.

“Maafin saya yah Eva, saya emang gak kuat kalau dikulum kaya gitu, pasti sebentar saja sudah keluar” Kata koh Hen sambil membenarkan celananya.
“Gak apa apa Koh” jawabku sambil membersihkan sisa Maninya di wajahku dengan Tissu.lalu kurapihkan kembali bajuku, kutebalkan bedaku yang terkena cipratan mani tadi.

“Evaa sudah makan?” Tanya koh Hen lagi
” Beluum…” Jawabku.
” Wahh kalau gitu kita makan dulu aja yuk” ajak dia.

Kuanggukan kepalaku sembari tersenyum menandakan setuju akan ajakan Koh Hen. Mesin mobil dinyalakanya, lalu kamipun pergi untuk mencari tempat makan. Sepanjang perjalanan Koh Hen sempat bercerita tentang Istrinya, ternyata hubungan pernikahan mereka masih harmonis, hanya saja memang dasar tabiat Koh Hen saja yang suka kencan dengan wanita tanpa hubngan. Aku mendengar setiap detail kisah yang Ia ceritakan dan menimpalinya sebatas aku bisa mengimbanginya saja. Lalu ketika koh Hen tidak lagi bercerita dan fokus dengan jalan Raya Jogja yang macet, aku mulai me memainkan Gadgetku, kubalas beberapa Chat dari teman temanku dan tak lupa juga aku berselfie seperti kebiasaanku.

Tak lama koh Hen membelokan mobilnya disebuah Mal terbesar di Kota Jogja, ternyata pengunjung hari ini cukup ramai. Koh Hen sempat sulit mencari tempat parkir. Akhirnya Ia menemukan tempat parkir paling atas. Ia parkirkan mobilnya paling pojok dekat dengan tembok pembatas. Dari dalam sini aku dapat melihat gedung gedung di seberang tempat parkir Mal ini. Koh Hen mematikan mesin mobilnya dan mengambil dompet di Tasnya.

“Kita cari makan disini aja yah, saya bingung nyari tempat makan, hari ini Jogja lagi padet banget ik” terang Koh Hen.
“Iya gak apa apa”

Akhirnya kami turun dari mobil, kami susuri lahan parkir ini dan mencari pintu masuk. Didalam Mall kami mencari Restoran dan benar saja banyak sekali orang didalam Mall ini. Akhirnya kami menemukan sebuah Restoran yang terlihat sepi, sebuah Restoran Seefood yang nampaknya cukup enak. Kami masuk kedalam restoran tersebut. Kami mencari tempat duduk, lalu salah seorang pelayan menghampiri kami untuk memberikan daftar menu. Akhirnya kami memesan beberapa makanan. Kami menunggu sambil berbincang ringan, koh Hen sama sekali tidak bertanya tentang pribadiku. Ia hanya menanyakanb seputar kehidupan Pergaulanku saja. Kami cepat sekali akrab. Karena koh Hen berkali kali memberikan candaan yang membuat suasana menjadi Cair. Beberapa kali aku palingkan wajahku karena ada seseorang teman kuliahku lewat diluar restoran ini, namun Koh Hen tidak menyadari aku sedang menghindar dari seseorang karena dia asik bercerita.

“Kohh, terus alasan Kamu ke Istri mau ke Jogja apaan?” Tanyaku penasaran
“Saya kan memang ada urusan bisnis disini, besok hari Sabtu saya ada janji sama rekan bisnis di Aston juga makanya saya sekarang nginap disitu” Jelas Koh Hen.
“Lah hari Sabtu kan masih dua hari lagi, kok nginepnya dari sekarang gak sabtu aja.” Tanyaku menyelidik.
“Lahhh kalau nginepnya hari Sabtu juga nanti jatah seneng senengnya sebentar dong, hahahaha” jawab dia sambil bercanda.
“Ahhh dasarnya aja Koh Hen mesum”. Balasku sedikit meledek.
” Hehehe, Tahu aja kamu”

________________

Tak lama kemudian makanan yang kami pesanpun datang. Kami segera menyantapnya selagi hangat. Seusai makan Koh Hen menawarkanku untuk jalan jalan sebentar” Jalan jalan dulu yuk. Mumpung masih disini?” Tanpa pikir panjang aku langsung menyetujuinya. Koh Hen pergi ke kasir untuk membayar Bill dan kami langsung keluar Resto tersebut dan menyusuri Mall. Koh Hen mengajaku kebeberapa Butik yang terdapat disitu dan ia membelikanku beberapa pakaian dengan model terbaru. Ternyata dia memang benar benar baik, dia tak segan mengeluarkan sejumlah Uang untuk membelikan aku semua ini. Aku senang karena dia membelikanku baju yang selama ini hendak aku beli.

Akhirnya kami selesai berbelanja, koh Hen membawakan kantong belanjaanku dan tidak segan menggandeng lenganku diTempat umum. Tanganya sangat hangat ketika menggandeng lenganku, mirip sentuhan seorang ayah yang selama ini tak pernah aku rasakan lagi. Kami terus berjalan, kami menuju Lift untuk menuju Tempat dimana mobil Koh Hen diparkirkan. Ketika berjalan Koh Hen sempat bertelpon dengan temanya, aku mendengarnya sedikit meminta maaf kepada temanya karena Koh Hen sedikit telat ketika menjemputku. Lalu ia tutup telponya dan kembali menggandengku.

Ketika sampai ditempat parkir ia segera membuka pintu Bagasi dan menaruh semua kantong belanjaan didalamnya. Kemuadia ia mendekatiku dan mulai menyentuh lenganku.”Ahhhh Kohhh”
Tanganya yang nakal mulai meraba raba tubuhku, ia telusuri setiap jengkal Tubuh muluslu yang masih berbalu Drees biru. Ia elus paha mulusku dan berhenti di pantatku lalu ia remas dengan manja.

“Ahhhh Evaaa, kamu emang bikin nafsu yah, tubuhmu bagus dan wangiii” kata koh hen terus menggerayangi tubuhku. Untung saja saat itu tempat parkir di mall ini sedang Sepi
“Ahhhhh Kokohh jangan disini aahh, nanti dilihat orang kan gak enak” aahhhh” aku sedikit kegelian ketika tangan mesumnya menggerayangi tubuhku
“Aahhhh aku dah gak kuat lihat tubuh kamu sayang,
“Uhhhhh pantat kamu montog banget shhtttttsssssssss” Jamah Koh Ahong meremas kedua Pantatku, ia membalikan tubuhku dan menempelkanya di jendela mobilnya. Kembali ia menggerayangi tubuhku sambil terus menciumi Rambutku.
“Hmmmmm, rambut kamu juga wangi sayang aouuuhhhh, Toket kamu sayangg aahhhhhh” dengan buasnya ia terus menggerayangiku, diremasnya Toketku dengan brutalnya. Ia tidak sadar kita masih berdiri di parkiran yang setiap saat bisa saja ada orang yang mengamatinya. Tetapi ia terlihat tidak peduli dengan semua itu ia bahkan berlaku semakin liar. Tanganya mulai menyingkap dressku hingga Pantatku yang masih terbungkus cd G-String terpampang bebas. Lalu ia jongkok dibelakangku dan menciumi Pantatku dengan penuh nafsu. Hembusan nafasnya disela sela belahan pantatku sedikit mengenai Vaginaku yang sudah aku cukur halus.
“Achhhhhhhh, Kooohhh, Jangggaaaan disssiii aachhhhhh” aku mendesah. Setiap kali mulutnya menghembuskan nafas hangat.

Koh Hen membuka pintu belakang mobilnya, ia mendorong tubuhku hingga aku tersungkur di kursi belakang. Kakiku masih berdiri dilantai hingga aku sedikit nungging karena itu. Aku melihat kebelakang, diluar sana koh Hen tenganh membuka resletingnya, lalu Ia keluarkan penisnya. Dengan dikuasai Nafsu yang menggebu ia langsung menggesekan ujung penisnya di bibir Memeku.”Ooorghhhhhh Tempikmu Mulus bangt gak ada bulunya sama sekali, ini baru enaaaaaak aarcgggggghhhhhh” kudengar ia mengerang lalu perlahan ia mulai menusukan penisnya, perlahan lahan hingga penisnya seluruhnya terbenam diliang memeku
“Aachhhhh kokoh memek gue enaak bangeeet, teruusss Kooohhh sodoook teruusss aachhhh”

Aku mulai terpancing oleh permainan liarnya. Aku sudah tak peduli lagi ada orang yang melihat, aku sudah dipenihi nafsu yang sama oleh Koh Hen. Tangan kiri Koh Hen memegang dan meremas pantatku dan tangan lainya memegang atap Mobil. Lalu ia mulai memompa pinggulnya hingga menyentakan pinggulku. “Oooouuhhhhh, aaahhhmmmmooucchhhh, memek kamu wenaaak sayaang” begitu dia terus menyerocos. Pria beristri yang memiliki nafsu dan fantasi yang sangat tinggi. Walau perlakuanya aku nilai sedikit Kasar tetapi tidak dengan sodokan penisnya. Ia menyodokan begitu lembut dan tidak terburu buru. Aku dapat menghitungnya, 8 kali ia menyodokan penisnya dengan posisi ini. Lalu ia sendiri masuk kedalam Mobil dan menindis tubuhku. Ia ciumi leherku hingga liurnya membasahi kulit kulitku. Diremasnya Toketku hingga membuat aku terus menggelinjang.

Koh Hen kembali membalikan tubuhku hingga aku terlentang. Dinaikan kaki kiriku dan ia tanggalkan di atas Kursi belakang dan kaki kananku menggantung dibawah lantai mobil. Mata liarnya kembali memperhatikan tubuh molehku. Pakaian yang semula rapi menjadi kusut tak beraturan. Lalu nafsunya kembali memainkan peran. Ia dekatkan wajahbnya didepan memeku yang putih dan bersih karena memang aku sering untuk merawatnya kedokter dan salon khusus kewanitaan. Ia jilati seluruh permukaan selangkanganku, ia sedot hingga mengeluarkan bunyi yang khas

Sslrruuuuppp
Leeelllllll
Leeeeee
Cccckkkkk

Koh hen menaikan wajahnya, terlihat wajahnya sedikit basah oleh cairan pelumas alamiku. Kini ia memposisikan dirinya tepat diatas pahaku lalu kembali ia gesek ujung penisnya di bibir memeku, ia bahkan menekan tepat pada klitorisku yang membuat diriku semakin kencang berdesah. Tubuhku sedikit mengejang.
“Aahhhhhhhhhh, kokoooooh, memek gue Kooooohh tusuk ajaa jangan dimaenin kaya gitu muluuu aahhhhh gue gak tahaan koooh”

Aku mulai tak kuasa menahan nafsuku, sementara kjokoh hanya bermain saja dengan Memeku. Namun ia mengabulkan permintaanku ia tusukan kembali penisnya dan mendorongnnya sebanyak 5 Kali. Pelan namun begitu menyentak. Kugigit bibir bawahku untuk menahan desiran nafsu yang kian mengalir begitu kencangnya. Setelah pompaan yang kelima ia mencabut kembali penisnya, lalu ia penggang leherku dan menairku. Ia mendudukanku pada posisi duduk normal. Kokoh duduk dibagian tengah kursi dan sedikit menyelonjorkan punggungnya kebelakang kursi. Lalu ia segera menyuruhku duduk diatas pahanya. Akupun menurutinya, kududk membelakangi tubuhnya kutaruh kakiku disamping kedua kakinya. Tanpa ia memberi komando aku arakan penisnya yang masih ngaceng itu kedalam memeku lalu aku menyender ke tubuhnya. Posisi ini sungguh menyusahkan, tetapi aku tahu apa yang ada dibenak koh Hen, pasti ia ingin merasakan hubungan sex dengan sensasi yang berbeda.

Koh Hen mulai memompa tubuhnya, disodok penisnya menghujam Memeku yang semakin terasa becek. Ia merangku tubuhku sembari tangan lainya meremas toketku. Koh hen semakin kencang mendorong pinggulnya keatas hingga tak sampai 5 menit ia menyemburkan Spermanya didalam liang memeku. Semburan sperma terakhirnya bebarengan dengan Orgasme yang aku dapatkan. Sehingga cairan kami berdua bersatu didalam liang memeku. Kutarik tubuhku, kucabut penisnya dari memeku. Dan kini aku melihat cairan putih kental mengalir keluar dari dalam memeku. Kuambil tissu dan segera melapnya. Lalu aku juga membersihkan Penis koh Hen yang berlumuran Mani dan cairan dai memeku. Kubersihkan hingga benar benar bersih lalu penisnya kembali mengecil.

Kini koh Hen sudah merapikan celananya dan ia kembali ke bangku pengemudi. Kurapikan juga dress yang kupakai walau sudah terlihat agak lusuh karena koh Hen cukup liar menggeryangiku. Aku turun dari seat belakang lalu pindah kedepan. Kubaringkan dan kusandarkan kepalaku. Kupasang sabuk pengaman dan kupejamkan mataku sembari mengatur nafas. Walau hanya sebentar permainan kami cukup menguras tenaga dan keringat karena tadi koh Hen lupa untuk menyalakan pendingin Udara.

“Maaaf yah Eva sayang, saya tadi buru buru, habis saya sudah gak kuat. Lihat body kamu buat kontol saya memberontak.”
Kubuka sedikit mataku lalu menghadap kearahnya
“Gak apa apa kok Koh, Tohh sama sama puas kan tad”
“Hmmmm, nanti kita lanjutin di hotel yah”
“Iyaaaa” jawabku mengangguk
” Sampe pagi yaah”
“Iyaaaaaaahhhh”. Kujawab dengan nada sexy.

Lalu koh hen memacu mobilnya keluar Mall lalu kami menuju tempat dimana Koh Hen menginap yaitu hotel grand Aston salah satu hotel berbintang yang terdapat di Kota Jogjakarta. Ia berhenti tepat didepan lobi Hotel, kami keluar dari dalam mobil sambil membawa barang kami masing masing. Tak lupa koh hen juga membawa belanjaan yang tadi sudah kami beli. Lalu seorang petugas Valley parking menghampiri, koh Hen memberikan kunci mobilnya kepada petugas itu. Lalu ia segera mengajaku masuk.

Ketika melangkah masuk kedalam loby hotel koh Hen bertemu dengan temanya, aku tak tahu itu siapa. Ia meninggalkanku sejenak dan berbincang dengan temanya tersebut.

“Weeeeeeeewww Rudddyy, sang manager tampan”Sapa koh Hen pada temanya itu
“Hendraa, sang penakluk wanita” balas temanya itu
“Ssttt jangan kebceng kenceng ah, kalau ada yang kenal gue kan berabe, gimana sih loo
” Yahh habis lo gak pernah berubah dari dulu main ceweee mulu, udah punya Istri cantik bohay masihh belum puas Hen Heen”
“Halaah kaya lo juga kaga suka mainan cewe”
“Stttt karyawan gue denger bisa dilaporin ke nyonya besar nih, eh itu cewe kecengan elu yah?” Tanya rudy kepada Hendra.
“Iya, cakep gak?”Tanya koh hendra.
“Gilaaa, ini bukan cakep lagi Hen, lual biasa, lo kok setiap cari cew simpenan pasti dapet yang cakep cakep sih?” Tanya Rudy penasaran.
“Siapa dulu Hendra gitu, tidak ada yang bisa mengalahkan pesona Hendra” jawab Koh Hen sedikit menyombong

“Kenalin laaah, masa diembat sendiri aja, bagi bagi lah”
” Lo mau Rud?” Tanya koh Hen lagi.
“Yaaa elu, Kimcil cantik kaya gitu masa gak mau sih gue, ayolah kita treesome kaya dulu lagi”
” Ya kalau gitu lo ikut kekamar aja”
” Ya kaga sekarang juga kali Hen, kan gue masih jam kerja, ntr malem kan juga ada Event jadi gue mesti siap siap nih”
“Ohhh, Event apaan emang?”
“Oh iya ya, gue belum kasih tahu lu kalau nanti malah ada event di lounge atas. Entar lu dateng ya sama tuh cewe, Eh si Elin juga di ajak juga, nanti gue siapin meja”
“Okeee, untung aja lu bilang, ya udah deh gue masuk kekamar ya kalau gitu, ayoo Eva” tutup Koh Hen sambil memanggilku. Kuhampiri koh Hen yang tengah asik berbincang.

“Ehhh Hen, tapi kalau bentaran aja gue pake dulu bisa gak, gue udah dua hari ini gak ngeluarin peju ditempatnya”
” Iya iya”
“Eh Rud ini kenalin Eva” Eva ini Rudy, Rudy ini eva” kata koh hen mengenalkanku kepada temanya. Aku berjabat tangan dengan Mas Rudy begitu sepintas aku memanggilnya.

Lalu Rudipun meninggalkan kami berdua dan berteriak “nanti gue susul kekamar lu Hen, gue ada urusan nih di Kantor” kata rudy sambil melambaikan tanganya.
Aku dan Koh Henpun segera menuju lift untuk menuju Kamar yang dimaksud.

Pintu lift terbuka dan kami segera masuk. Hanya kami berdua didalam Lift tersebut.
“Kohh yang tadi siapa?”
” Itu Rudy, teman saya yang tadi siang tak ceritain itu loh”
“Ohh yang manager disini juga yah?, memang dia manager apa Koh?” Tanyaku penasaran.

“Dia manager Hiburan disini jadi yah dia yang ngatur semua Event event yang di laksanain disini, oh ya nanti malam kita di undang, ada event diatas, nanti kita datang yah” ajak Koh Hen
“Yah Eva kan nurut aja sama koh Hen”jawabku singkat dan pintu liftpun terbuka. Kamu melangkah menuju kamar tipe Deluxe, ia memasukan kunci dan membuka pintu untukku

“Silahkan masuk bidadariku” Koh Hen mempersilahkan kumasuk, aku sedikit tersipu ketika ia memanggilku bidadari.
Aku balas dengan senyum, mungkin pipiku merona. Aku masuk kedalam Kamar yang cukup mewah dengan desaign interior yang sangat memukau. Aku sedikit terperangah melihatnya, karena jujur selama ini aku tidak pernah masuk kedalam kamar hotel semewah ini, paling mentok pelanggan pelangganku terdahulu hanya menyewa kamar hotel kelas 1 tidak pernah sampai ke kelas deluxe seperti ini. Kutaruh barang barangku diatas meja dan akupun duduk diatas Sofa di sudut ruangan. Pendingin ruangan disini cukup dingin membuatku sedikit merinding dibuatnya.

“Gimana nyaman gak?” Tanya koh Hen.
“Ini sih nyaman banget Koh, Eh katanya Koh Hen sama temenya mana kok gak ada”
“Ohhh elin, ada dia ada dia dikamar sepan, tapi gak mau diganggu dulu dia”
“Kenapa” tanyaku.
” Kan dia sedang asik asikan sama Brondongnya” Jawab Koh Hen.
” Terus kita kapan Koh asik asikanya”
” Yahh nanti juga asik asikan, kan baru nyampe juga”
“Oh iya Eva keberatan gak kalau nemenin temen saya Rudy yang tadi?” Tanya koh hen sambil duduk disampingku.

“Maksudnya Eva ml dulu sama Mas Rudy yang tadi”? Jawabku sedikit terkejut.
” Iya gak apa apa kan,”
” Ya gak apa apa sih”
” Yaah udah kalau begitu, Eva mau minum apa,”
” Emang adanya apa koh?”
” Ada Jackdi, vodka Eva suka gak?”
” Suka kok, jackd aja deh kalau begitu.” Jawabku

Lalu koh Hen mengambilkan minuman untuku, dituangkanya kedalam gelas yang sudah diberi Es batu. Lalu ia pergi ke kamar mandi katanya Hendak mandi terlebih dahulu karena belum mandi sejak berangkat dari semarang tadi pagi.
Aku tenggak minuman keras ini dan kuisi lagi, minuman ini memang sangat akrab bagiku karena hampir setiap malam aku meminumnya. Aku nyalakan dan kucari chanel Fashion Tv untuk menghibur diri. Kubuka Gadgetku dan berfoto diri di hotel mewah ini lalu aku unggah kesemua social media yang aku miliki. Baru saja aku unggah fotoku di Instagram sudah banyak yang memberi Koment dan love. Eku sedikit terhibur ketika banyak yang mengkoment foto unggahanku, hingga tak sadar aku sudah menenggak 5 gelas Jackdi. Kepalaku sedikit berat namun aku masih sadar. Mungkin karena aku

terbiasa meminumnya jadi aku tidak begitu mabuk walu sudah meminumnya cukup banyak. Lalu kudengar ada seseorang yang memencet Bel pintu. Kuberanikan diri untuk membukanya. Kulihat dilubang pintu ternyata seseorang itu lelaki yang aku temui dibawah tadi. Kubuka pintu dan mempersilahkan dia untuk masuk

“Masuk Mas Rudy” sapaku berusaha ramah
“Makasih, Eva kan yah namanya, wah namanya secantik Wajahnya, Pasti beruntung yah yang Jadi Adamnya” canda Mas Rudy
“Ahhhh Mas Rudy ini bisa aja”

Lalu dia masuk dan duduk dipinggir kasur, ia segera membuka Jas hitamnya dan menggulung lengan kemejanya. Lalu ia melonggarkan dasi dan kerah kemejanya.

” Hendra sudah bilang kan?”
“Sudaaah, mau sekarang”
” Boleh habis, saya sedang nda ada waktu nih, ini saja sebenarnya saya udah ada janji sih sama Band pengisi buat nanti malam, tapi cukup lah kalau buat ditemenin Eva dulu. Eva gak keberatan kan kala ngelayanin saya dulu?”
” Enggak kok mas” jawabku sambil kuperhatikan wajahnya yang ternyata cukup ganteng, bahkan lebih ganteng ketimbang Koh Hen. Bukanya aku membandingkan namun kenyataanya memang begitu, tubuhnya tinggi tegap, dan badanya terlihat bidang. Mas Rudy menariku dan mendudukanku diatas Pahanya.

“Hendra itu, temen baiku sejak kuliah, yah dari dulu kita main bareng nyari kimcil juga bareng. Jadi kadang wanita dia wanitaku wanitaku juga wanita dia. Kecuali Istri loh yah”
“Emang Mas Rudy sudah punya Istri?”
” Sudah sih cuma sudah lama bercerai”
” Itu sih sama aja gak punya, gimana sih Mas” sanggahku.

“Hahaha oh iya, udah ah gak usah bahas itu kita bahas yang lain aja, lagian saya gak punya waktu buat ngobrol. Maaf yah Eva, mungkin nanti malam atau lain waktu kita bisa ngobrol lagi. Eva tinggal di Jogja kan?”
“Iya Mas Eva kuliah disini soalnya”
“Ohhh eva masih kuliah, kuliah dimana”
“Di UNY ambil Ekonomi.”
“Wahh berarti kapan kapan boleh dong ketemu Eva lagi”
“Boleh bisa diatur”
“Udah tenang aja, masalah Uang nanti saya Tambahin sekarang Hooop”

Mas Rudy langsung memegang dan meremas Toketku. Ia dengan sigap langsung meloloskan dressku kebawah hingga aku hanya mengenakan dalaman saja. Lalu ia menyuruhku berbaring. Aku berbaring di kasur sementara dia membuka celana dan kemejanya. Aku tertegun dan sedikit menelan ludah ketika melihat tubuhnya yang cukup kekar untuk lelaki yang cukup berumur seperti Mas Rudy. Kulihat juga tonjolan di celana dalam hitamnya, tonjolan yang terlihat besar. Lalu ia bergegas belutut di sebelah badanku.

“boleh Eva buka Mas?
” Ya boleh lah, tapi saya gak bisa lama ya Va”aku hanya mengangguk lalu kubuka celana dalamnya, ia ikut membantu. Dan akhirnya aku melihat penisnya yang sangat besar walau itu belum tegang. Mataku terperangah tertuju pada penisnya. Mas Rudy sadar aku terus memandangi penisnya yang besar dan ia hanya tersenyum

“Kenapa besar ya punya saya?” Kata Mas Rudy bangga
“Iya Mas besar”
” Yaiyalah, emang Hendra kontolnya kecil”
“Hehehe, iya mas, Eva pegang yah”
“Silahkan.”

Lalu aku pegang penis Mas Rudy yang masih melengkung kebawah namun sudah terlihat besar, sedikit ku elus permukaan penisnya dan pelan pelan aku kocok. Mas Rudy tidak kalah diam, ia segera memasukan tanganya kedalam CD ku dan memainkan jari tengahnya dilubang memeku.”Wahhh Eva memeknya bersihya”
“Iya mas tadi pagi baru Eva cukur halus”
“Ohhh pantes mulus banget” lalu Mas Rudy. Melepaskan cd Gstringku dan kembali mengelus elus memeku. Matanya membelalak ketika melihat memeku yang putih bersih dan berwarna pink kecoklatan pada bibir memeknya.
lalu tiba tiba penis mas Rudy mulai tegang dan mengeras aku terus mengocoknya perlahan. Penis mas rudy cukup besar dan panjang, mungkin sekitar 20cm dengan diameter 5cm dengan kepala penisnya yang berbentuk jamur terlihat sngt besar. Sedikit kutarik nafas karena melihatnya. Lalu kuberanikan diri memasukan Penisnya kedalam mulutku. Stttttttttssssahhhhhhhhh Mas Rudy mulai berdesis keenakan. Lalu kukulum terus sambil kukocok pangkal penisnya. Penisnya memang benar2 besar walau ujung penisnya hampir menyentuh tenggorokanku namun masih ada sisa pangkalnya untuk aku kocok. Ini Penis ketiga dari laki laki yang berbeda yang aku kulum dalam satu hari ini.

Stttttt sttttt
Stttttt
Ohhhhh udah Va udaah

Lalu Mas rudy memintaku menyudahi kulumanku pada penisnya lalu dia segera menindis tubuhku, ia mengangkat kedua pahak, agar memeku semakin jelas terlihat.” Wahhh memek Eva mulus banget yah, saya suka nih yang seperti ini” katanya memuji keindahan memeku. Mas Rudy sedang terburu buru terlhit dia langsung menggesekan ujung penisnya di bibir memeku. Sttttttt aku berdesis merasakan penisnya yang besar meraba raba permukaan kemaluanku.

Lalu dengan perlahan Mas Rudy mulai menekan pinggulnya dan menyodok memeku, namun ia terlihat kesusahan melakukanya, mungkin karena ukuran penisnya yang terlalu besar untuk memeku. Lalu dengan sepenuh tenaga akhirnya ia berhasil namun hanya setengah yang masuk. Pangkal penisnya masih dapat kulihat.

Mas Rudy mulai memompa pinggulnya dengan pelan, dia mendekatkan tubuhnya dan mengecup leherku. “Ahhhhhhh” Aku mendesah dan badaku bergelinjang, kurangkul bahunya dan kupeluk erat. Ia terus memompa memeku, memeku terasa penuh oleh penisnya yang besar sangat berbeda rasanya seperti ketika Koh Hen menyodok memeku ketika di parkiran Mall tadi. Mas Rudy tidak mengubah posisinya sama sekali ia konsisten dengan posisi semula. Mas Rudy semakin mengencangkan gerakanya, ia juga semakin kencang meremas Toketku yang masih terbungkus BH hitam. Ia terus menekan Pinggulnya hingga dengkulu menyentuh dadaku. Lalu Tiba tiba Mas Rudy mencabut penisnya

Achhhhhhhhhhh

Aku kaget dan mendesah karena ia mencabutnya secara tiba tiba lalu ia segera berjongkok didepan wajahku sembari mengocok penisnya sendiri. Ku dekatkan bibirku lalu tak lama ia mendapat Orgasme

CRoooooot
Croooooot

Mas rudi menumpahkan Air Maninya didalam mulutku dan beberapa mengenai pipi dan alisku. Kukulum untuk membersihkan sisa mani di kepala penisnya. Setelah itu Mas Rudy kembali berpakaian rapi.

“Weeh dah selesai Rud? Tanya Koh Hen yang baru keluar dari kamar mandi hanya berlilitkan Handuk
“Iya nihh aku dah ditunggu masalahnya,nanti malam bisa kita lanjutkan kok. Oh iya jangan lupa nanti malam keatas yah saya tunggu loh Hen. ”
“Evaa maaf yah saya buru buru, maaf gak bisa bikin kamu keluar, nanti lain waktu kita lanjutkan yah” kata Mas Rudy sambil mengecup pipiku.
“Oke Hen Fun yah, aku keluar dulu” sapa Mas Rudy bersalaman dengan Koh Hendra.
“Okeee sampai ketemu nanti malam yah”

Mas Rudypun keluar kini tinggal aku dan Koh Hen, sesungguhnya aku masih sedikit nanggung karena tadi aku tidak mendapat Orgasme sama sekali dengan. Akupun duduk termenung dipinggir tempat Tidur. Koh Hen menghampiri dan duduk disebelahku.

“Gimana teman saya Va?” Tanya Koh Hen sambil merangkulku
“Besar Koh, hehehe” Jawabku seadanya.
“Iya sih memang punya dia terkenal besar dari dulu”
” Tapi Eva belum puas tadi Kohh.” Aku sedikit mengeluh manja.
” Yaah kan masih ada saya yang bisa puasin kamu.”Tapii”
“Tapi apaaan” tanyaku sambil memegang pundaknya dari belakang.
“Kamu mandi dulu sana, dah bau kecut tahu” ledek Koh Hendra.
” Ihhh jahat deh aku Eva dikatain bau” sambil kukelitik perutnya.
“Aaawwww geli, tapi emang bau kan, Bau pejuhnya si Rudy lagi” tambah Koh Hen.
“Iya deh iya, Eva mandi dulu” sambil kumanyunkan bibirku.
“Ihhhhh manyun gini makin sexy deh dah sana mandi, terus pake baju yang tadi kita beli”
“Okeee bos”

Akupun menuju kamar mandi, kunyalakan Shower dengan air hangat. Kusemprotkan airnya pada memeku, kubersihkan sisa sperma Mas Rudy yang masih menempel. Lalu kupakai sabun untuk membersihkan kotoran dari Tubuhkua. Setelah itu kukeringkan tubuhku. Kupakai lotion tubuh untuk melembabkan kulit indahku. Lalu aku kenakan Kaos Kaki panjang warna hitam yang tadi aku beli bersama koh Hen di Mall. Kurapihkan rambutku sedikit kukeringkan dengan Hairdryr bagian yang basah. Lalu kukenakan kemeja Putih transparan yang sedikit kebesaran ditubuhku. Entah kenapa tadi ketika di mall Koh Hen membelikan aku pakaian ini. Mungkin ia hendak sensasi yang lain. Aku tak peduli, yang terpenting bagiku adalah memenuhi setiap permintaan yang dilontarkan oleh pelangganku. Karena aku selalu bermoto, Kepuasan pelanggan adalah Hal yang Wajib aku Berikan. Kini aku sudah siap terkhir aku semprotkan parfum dengan wangi yang menenangkan dan dapat membuat laki laki terpikat.

_______________
Kini aku sudah bersih, cantik , dan wangi. Siap melayani lagi pelanggan baruku. Sekali lagi aku bercermin memastikan tidak ada yang kurang dari tubuhku. Setelah yakin dengan penampilanku aku keluar dari kamar mandi dan menemui Koh Hen lagi. Kulihat koh Hen tengah sibuk menonton tayangan televisi luar, ia duduk sangat serius disofa berbahan kulit warna hitam. Kuhampiri dia, ternyata ia juga tengah sibuk dengan I-Padnya mungkin kerjaanya. Kupegang bahunya dan sedikit kupijat.

“Sibuuk amaat” sapaku.
“Aahhh kamu, iya nih tanggung tadi ada kiriman email dari kantor”
“Eh udah wangi ternyata” lanjut Koh Hen
“Udah donggg” balasku centil.

Lalu akupun duduk disebelahnya, lalu kusenderkan kepalaku dibahunya, lalu koh hen melingkarkan lenganya dileherku dan mengelus rambutku. Lalu ia letakan I-Padnya dimeja.

“Kokooh, mau lanjut sekarang atau nanti?”
“Lanjut apaanya sayang?” Tanya dia
“Yaahh lanjut donggg” tambahku sambil mengelus penisnya yang masih terbungkus Piayama Kimono.Ternyata Penisnya masih lemas, ukuranya kecil sekali sangat imut, beda dengan punya Rudy walau masih lemas tetap berukuran jumbo.

“Sayaang, nanti dulu yah, kan kamu tadi barusan sama Rudy, apa kamu nda capek?”
“Iya siihhh” jawabku murung.
“Kan saya bayar kamu mahal mahal bukan cuma mau nikmatin tubuh kamu saja, Kan masih ada hal yang bisa dilakukan selain Sex, lagian waktu kita masih panjang kan sampe besok”jelas Koh Hen panjang.

“Ohh iyaa juga” aku tersipu malu mendengar pernyataan Koh Hen, rupanya ia bukan tipikal lelaki hidung belang yang hanya peduli akan tubuh dan memek perempuan saja. Aku sedikit tenang mendengarnya, walau sebenarnya aku sedikit malu karena ajakanku tadi tidak digubris olehnya.

Author: 

Related Posts